Pages

Sabtu, 24 Maret 2012

Memahami Wirausaha

CIRI WIRAUSAHA

1. VISI
# Visi: khayalan (gambaran nyata yang ingin diwujudkan contohnya seorang pelukis, komposer musik, businessman).
# Visi wirausaha tidak memerlukan imajinasi teknik dan mekanis yang kuat, tetapi mereka terbantu membayangkan realita bisnis dan mengorganisasikannya sesuai dengan reaksi pelanggan mereka terhadap inovasi yang akan dilakukan.

2. Melakukan pekerjaan yang diluar keahliannya dalam rangka mewujudkan inovasinya.
# Kasus Pengenalan sertifikat deposito.
# Art Fry, menemukan Post-it Notes.

3. Memperoleh kesenangan dari pekerjaan biasa.

4. Menggabungkan visi dan tindakan.


WIRAUSAHA ASPEK EKONOMI
Wirausaha: Memiliki kemampuan mengenali dan mengeksplorasi kesempatan untuk menjadi usaha.
Wirausaha adalah seseorang yang dapat membuat kerangka kerja akhir untuk mengombinasikan Sumber Daya yang dipercayai oleh wirausaha dapat menghasilkan keuntungan

PERBEDAAN IDE DAN PELUANG
Begitu banyak ide dibandingkankan peluang bisnis yang bagus, hal ini karena setiap ide tidak serta merta menjadi peluang.
Peluang bagi wirausaha adalah daya tarik (attractive), daya tahan (durable) dan jangka waktu (timely) yang tertanam pada produk atau jasa yang diciptakan bernilai tambah bagi pembeli atau pengguna akhirnya.


Menurut Schumpeterian 1934 tercipta peluang karena :
a. Perubahan teknologi
b. Perubahan kebijakan dan politik
c. Perubahan sosial dan demografi           
- urbanisasi
- dinamika populasi (jumlah, perumbuhan dan mobilitas populasi)
- infrastruktur pendidikan

Peluang menurut Peter Drucker:
a. Sesuatu yang tak diharapkan, unexpected: terjadi karena ketidak selarasan hubungan antara industri dan pelanggan.
b. Kebutuhan proses, process needs, contohnya: robotik
c. Perubahaan struktur dalam industri dan pasar, contohnya home theater dg bioskop
d. Perubahaan persepsi dalam industri, mis fast food
e. Perubahan teknologi, contohnya bio teknologi
f. Regulasi pemerintah
g. Perubahan prilaku penduduk, mis herbal, makanan sehat
h. Dan tekanan kompetisi.

Karakteristik psikologis
1. Kepribadian :
a. Karakter mendasar pada seseorang yang membawa mereka untuk berperilaku dengan cara tertentu
b. Ada tiga aspek kepribadian:
· Extraversion : Ektraversi terkait dengan sikap sosial, asertif, aktif, ambisi, inisiatif, dan ekshibisionis.
· Agreeableness : Sikap ini terkait dengan keramahan, konformitas sosial, keinginan untuk mempercayai, kerjasama, keinginan untuk memaafkan, toleransi, dan fleksibilitas dengan orang lain.
· Risk taking

2. Evaluasi Diri
a. Locus of control: Kemampuan bahwa dirinya dapat mempengaruhi lingkungan.
b. Self efficacy: Kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa dirinya mampu menyelesaikan suatu tugas.

3. Motivasi
a. Need of achievement
Adanya penentuan tujuan, perencanaan, dan pengumpulan informasi serta kemauan untuk belajar serta kemampuan membawa dan mengimpplementasikan ide kepada masyarakat.

b. Need for independence
Selain tidak ingin ditentukan oleh orang lain, kebutuhan ini akan memicu seorang entrepreneur untuk menghasilkan produk yang berbeda dengan orang lain dan lebih berani membuat keputusan sendiri dalam mengeksploitasi peluang berwirausaha.

4. Kognitif
Mempengaruhi bagaimana orang berpikir dan membuat keputusan berwirausaha.
a. Overconfidence. Kepercayaan diri yang berlebihan, Risk taking.
Sikap ini berkaitan dengan kemauan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan beresiko. Beberapa resiko yang mungkin dihadapi oleh entrepreneur antara lain pemasaran, finansial, psikologis dan sosial. Seseorang yang memiliki perilaku pengambilan resiko yang tinggi akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dalam keadaan yang tidak menentu dan mengorganisasikan sumber daya yang dimilikinya terutama dalam memperkenalkan produknya ke pembeli. 

b. Representatif. Kemampuan menggeneralisasi sampel kecil yang tidak menggambarkan suatu populasi

c. Intuisi. Perasaan seseorang bahwa sesuatu itu benar, meski tanpa cukup bukti


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Wirausaha
#Lingkungan keluarga dan masa kecil (pengaruh pekerjaan orangtua)
#Pendidikan (berpengaruh dalam kelanjutan usaha dan problem solving)
#Nilai-nilai Personal (yang membedakan dengan pengusaha lain dalam berhubungan dan mengatur organisasi)
#Pengalaman Kerja (ketidakpuasan dalam bekerja)

Latar Belakang yang Mempengaruhi Karakteristik Wirausaha
1. Lingkungan: Orang tua sebagai mentor 

2. Pendidikan : Pendidikan tidak sangat menentukan untuk memulai usaha, contoh Hendry Ford, membutuhkan pengetahuan yang cukup mengenai keuangan, perencanaan strategis dan pemasaran dan berhubungan dengan pihak lain (interpersonal). 

3. Nilai Personal: Menjadi pimpinan yang efektif didukung sifat asertif, kompromi, kreatif, jujur dan mengembangkan sumber daya.

Proses Kewirausahaan
Wirausaha merubah tatanan ekonomi dengan memperkenalkan produk atau jasa, menciptakan pembaharuan organisasi atau menemukan bahan baku baru ( bisnis baru atau pada bisnis yang ada)
– Proses identifikasi peluang usaha (Perceive opportunity)
– Mengorganisir sumber daya untuk mengeksploitasi peluang usaha.
– Proses kewirausahaan mencakup proses identifikasi peluang dan mengorganisasi sumber daya untuk mewujudkan usaha.

Faktor Kritikal memulai usaha baru

• Menurut Hisrich:
1. Identifikasi dan evaluasi peluang usaha
2. Rencana bisnis
3. Menentukan sumber daya yang diperlukan
4. Mengelola usaha 

• Menurut William D. Bygrave:
1. Inovasi
2. Triggering event
3. Implementasi
4. Pertumbuhan

2 Hal yang perlu dievaluasi dari peluang usaha:
1. Kebutuhan Pelanggan (Customer need):
– Prospek pelanggan.?
– Siapa pembelinya..?, bagaimana saluran penjualan..? Kalau tidak mampu menjawab siapa pelanggan secara spesifik maka pasarnya belum spesifik.

2. Waktu
Waktu sangat krusial pada setiap peluang usaha, pada industri yang sedang berkembang terdapat waktu yang terbatas (definite window of opportunity) yang terbuka hanya sekali.

PELUANG PASAR & PEMASARAN
• Peluang pasar (Market Opportunity) adalah kebutuhan pasar yang belum terpenuhi di pasar. Wirausaha mengembangkan usaha baru untuk mengisi peluang pasar => “Orientasi pasar” (market orientation).

• Pemasaran (Marketing) adalah proses perencanaan dan eksekusi konsep marketing mix, meliputi: harga, promosi, distribusi dan barang/jasa untuk menciptakan pertukaran guna memuaskan sasaran/ kebutuhan individu atau organisasi.

• Konsep Marketing meliputi pemahaman tentang:
# filosofi yang berorientasi pada pelanggan,
# mengimplementasikan integrasi pemikiran bisnis / proses bisnis
# untuk melayani pelanggan lebih baik dari pesaing.

Analisa situasi lingkungan dan peluang
1. Analisa industri dan persaingan
• Analisa industri.
Gambaran ukuran, pertumbuhan dan struktur dan kemungkinan perubahaan, kelemahan yang dapat dieksploitasi.
• Analisa pesaing kunci.
Pesaing kunci adalah pesaing yang dominan dalam industri, sehingga perlu diamati reaksinya.

2. Pengembangan sasaran/target pemasaran
• Target pasar meliputi: target penjualan, keuntungan dan target kualitatif lainnya.
• Target dikelompok dua, yaitu target kinerja pasar seperti perjualan dan keuntungan dan target dukungan marketing seperti membangun perhatian pelanggan, mendidik pelanggan.

3. Rumuskan strategi pemasaran. 
Strategi pemasaran adalah sekumpulan pedoman dan kebijakan agar program pemasaran (marketing mix tdd: produk, distribusi, harga dan promosi) efektif menggarap peluang pasar.
a. Produk : 3 Level produk (Customer Perception Hierarchy)
b. Saluran Distribusi : Keputusan cara menyalurkan produk kepada organisasi dan atau kepada individu, dengan membangun keterhubungan secara bersamaan arus informasi, produk, negosiasi, resiko, uang dan manusia (cara mengorganisir sistem jaringan <distribusi>)
c. Harga:
d. 4 Langkah menetapkan harga:
~ Peningkatan penjualan atau pertumbuhan laba
~ Maksimasi keuntungan jangka panjang atau jangka pendek.
~ Stabilitas harga pasar
~ Pengembangan reputasi dll
~ Tetapkan fleksibilitas harga
~ Fleksibilitas harga ditentukan oleh biaya, permintaan, pesaing, hukum dan etik.
~ Fleksibitas harga berbasis biaya dapat bertahan dalam jangka panjang, sedangkan fleksibiitas harga karena permintaan dan kompetisi ada batas harga tertingginya.
~ Kembangkan strategi harga
~ Tetapkan harga
e. Promosi:
~ Promotional mix (bauran promosi), yaitu promosi penjualan, iklan, publisitas, dan perjualan secara personal/langsung.
~ Promosi penjualan: komunikasi kepada pelanggan melalui non media dan non personal tetapi melalui pemberian sampel gratis, cendera mata dan kupon.
~ Iklan: Komunikai melalui media yang dibayar bukan secara personal.
~ Publisitas: Komunikasi melalui personal atau non personal media yang dibayar untuk menyampaikan pesan.
~ Perjualan secara personal/langsung: Komunikasi langsung dengan audience melalui salesmen/salesgirl yang dibayar.

4. Aksi untuk implementasi pemasaran
• Langkah implementasi yaitu dengan membuat skedul kegiatan dan biaya dan menetapkan orang yang bertanggung jawab untuk melakukan.
• Membangun mekanisme monitoring dan evaluasi.
• Melakukan perbaikan dan penyempurnaan.

PROYEKSI KEUANGAN
Proyeksi keuangan atau proforma keuangan adalah perkiraan keuangan dari aktivitas yang akan datang, tdd:
– Proforma laba/rugi (income statement)
– Proforma neraca (Balance sheet)
– Proforma Aliran kas (Cash flow)
Disamping itu juga dibuat :
– Perencanaan penjualan (perkiraan jumlah penjualan dan pendapatannya).
– Ratio-ratio kunci keuangan
– Proyeksi break-event (titik impas).

PROYEKSI KEUANGAN YANG TERINTEGRASI 
Pendekatan tradisional:
# Buat rencana Penjualan
#Gunakan rencana penjualan sebagai basis untuk menghitung proyeksi laba/rugi, dg cara:
· Asumsí hpp (% dari penjualan), maka diperoleh laba kotor
· Dikurangi biaya lainnya ( % dari laba kotor), termasuk biaya bunga, maka diperoleh laba bersih sebelum pajak (EBT).
· Kurangi pajak perusahan, maka diperoleh laba bersih setelah bunga dan pajak (EAIT).
Buat neraca. Masing-masing item dihitung berdasarkan % dari aset berdasarkan data pendekatan historis. Gunakan pula rasio2 historis untuk menghitung periode perputaran piutang atau periode perputaran persediaan.
Buat proyeksi aliran kas dengan menggunakan satu dari pendekatan dibawah ini:
Aliran kas bersih = EAIT + Penyusutan dan pengeluaran non cash lainnya. (tidak direkomendasikan)
Hitung perubahan kas bersih = selisih kas awal tahun dengan akhir tahun.
Buat proyeksi aliran kas masuk dan keluar berdasarkan informasi yang relevan (biasanya per bulan).

Beberapa kelemahan pendekatan tradisional:
1. Sering gagal karena dibuat tanpa asumsi.
2. Antar proyeksi keuangan tidak berhubungan satu sama lain.
3. Kurang memperhatikan implikasi angka ( karena tidak terhubung satu sama lain, termasuk antar rasio-rasio keuangan).
4. Apabila terjadi perubahan, sulit untuk menghitung dampaknya kepada yang lain.

Untuk menyempurnakannya dilakukan pendekatan yang terintegrasi
1. Buat asumsi2 bisnis.
~ Asumsi penjualan
~ Asumsi laba rugi
~ Asumsi neraca
~ Asumsi aliran kas
Ditambah asumsi untuk membuat analisa break even seperti % biaya variabel dari total biaya produksi.

2. Buat hubungan antara asumsi dengan proyeksi penjualan, perkiraan laba rugi, neraca dan aliran kas.

3. Buat hubungan yang spesifik antara item-item dalam satu jenis laporan tertentu atau terhadap laporan rugi laba, neraca, aliran kas dll. Hubungan ini akan membantu menjelaskan:
~ Bagaimana antar item-item berhubungan satu sama lain dalam satu laporan keuangan ( misal laporan laba rugi, neraca dll.
~ Bagaimana antar item-item yang sama berhubungan dalam antar laporan keuangan ( misal kas pada laboran L/R dengan di neraca dll).
~ Bagaimana antar item-item yang berbeda berhubungan dalam laporan keuangan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar